News

DPR: Serangan Terhadap Andrie Yunus Bentuk Perlawanan terhadap Komitmen Prabowo

Jakarta (KABARIN) - Komisi III DPR RI menilai aksi penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus merupakan bentuk perlawanan terhadap komitmen pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam menegakkan hak asasi manusia.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menjelaskan pemerintahan Prabowo berkomitmen memajukan, melindungi, dan menegakkan HAM. Pernyataan ini disampaikan sebagai kesimpulan rapat khusus Komisi III DPR mengenai kasus Andrie Yunus.

"Kami prihatin dan mengecam keras aksi penyiraman air keras tersebut karena bukan sekadar kriminal biasa melainkan kejahatan terhadap demokrasi," kata Habiburokhman di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Dia menekankan Andrie Yunus berhak mendapatkan perlindungan sesuai hukum nasional maupun internasional sebagai warga negara sekaligus pembela HAM.

Selain itu, Habiburokhman meminta Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menjamin seluruh biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan Andrie Yunus.

Sebagai langkah tambahan, dia meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan perlindungan khusus bagi Andrie, keluarga, organisasinya, dan pihak terkait agar tidak terjadi kekerasan susulan.

Sebelumnya, Andrie Yunus diserang oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras hingga menyebabkan luka pada tangan, kaki, dan gangguan penglihatan.

Peristiwa ini terjadi setelah Andrie selesai merekam siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.

Berdasarkan informasi awal, serangan terjadi pada Kamis malam (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: